Candi Borobudur sudah lama memukau masyarakat internsional dengan keindahannya. Kini candi di Magelang, Jawa Tengah, itu kembali membuat Indonesia bangga. Guinness World of Record resmi mencatatnya sebagai situs arkeologi candi Budha terbesar di dunia.
"Candi Borobudur memang the largest archaeologist Buddhist yang ada di dunia. Karena itu kami menghubungi pihak Guinness World Records untuk mendaftarkannya," kata Direktur Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur Prambanan Ratu Boko (Persero), Purnomo Siswoprasetjo di Jakarta. "Mulai sekarang Candi Borobudur sudah menjadi official Guinness World Records title holders."
Proses penilaian dan verifikasi pihak Guiness untuk mendapat gelar itu memakan waktu selama tiga bulan. Lalu pencatatan dilakukan pada 27 Juni 2012 dan kemudian mendapatkan nomor klaim. "Borobudur kini sudah diakui secara resmi dengan nomor klaim 396-198 di Guinness World Records di London, Inggris," ungkap Purnomo.
Purnomo juga mengatakan sertifikat resmi dari Guinness World Records saat ini sudah dikirimkan dari markas besar di London ke kantor pusat PT TWC di Yogyakarta. Dengan resminya rekor tersebut diharapkan candi yang dibangun antara 750-842 SM itu akan semakin dikenal di dunia.
"Pastinya dengan masuk Guinness World Records, Candi Borobudur akan semakin dikenal di dunia," imbuh Purnomo. "Orang bisa semakin mengenal dan mengetahui bahwa Candi Borobudur memang candi yang paling besar."
Borobudur memiliki ukuran 123x123 meter persegi dan volume bangunan sebesar 60 ribu meter kubik. Saat ini tingkat kunjungan wisatawan ke Candi Borobudur terus meningkat. Pada 2011 mencapai 250 ribu orang atau meningkat 15 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Namun disisi lain, Candi Borobudur terancam akan dicoret dari daftar warisan budaya dunia oleh UNESCO (United Nations Educational, Scientific, and Culture Organization). Alasannya candi yang dibangun pada saat Wangsa Syailendra berkuasa tahun 800-an Masehi itu dinilai sangat kotor dan tidak terawat.
Candi Borobudur yang ditetapkan sebagai warisan dunia oleh UNESCO usai pemugaran 1973-1983 silam tersebut kini terlihat kusam dan kotor. Sampah pengunjung terlihat di sana sini. Bahkan di beberapa sudut bau kencing sangat menyengat.
Kepala unit Taman Wisata Candi Borobudur, Pujo Suwarno mengatakan sehubungan dengan adanya ancaman PBB tersebut, pihak pengelola segera melakukan beberapa langkah pembenahan. Salah satunya adalah membenahi masalah kebersihan di lingkungan candi. Namun untuk menjaga kebersihan kompleks candi yang begitu luas, diperlukan peran serta kesadaran masyarakat pengunjung candi.
Sangat disayangkan dan memalukan jika ancaman pencabutan status dari UNESCO tersebut sampai terlaksana hanya karena kita tak mampu merawat. Tapi semuanya itu kembali tergantung pada kesadaran masyarakat Indonesia sendiri.
Sumber:
- berita.liputan6.com
- wowkeren.com








seperti yang tertulis dalam artikel ini : http://id.shvoong.com/travel/destination/2304274-hanya-borobudur-yang-dikenal-warga/
BalasHapus